Terobos Perlintasan Kereta api, 1 Keluarga Tewas ditempat


liputansekarang Kecelakaan di perlintasan kereta api ilegal kembali terjadi. Pasangan suami istri dengan satu anaknya, tewas setelah motor yang dikendarainya dihantam kereta api pada Minggu pagi tadi.


Tiga korban satu keluarga itu adalah Suhali (55), Sri Murni (45), dan Putri (6). Mereka semua adalah warga Jalan Bendungan Jago, RT 01/06, Serdang Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saksi mata, Enin (50) mengatakan mulanya korban terlihat berboncengan satu sepeda motor dari arah Selatan menuju Utara. Mereka pun melintasi perlintasan tanpa palang pintu, tepatnya di Kampung Selang Cironggeng Barat, Desa Wanajaya, RT 01/02, Desa Wanajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

"Korban berboncengan bertiga dari arah Villa Mutiara, menuju Jalan Telaga Asih,"


Saat hendak menyeberang perlintasan itulah, secara bersamaan melintas kereta api dari arah barat menuju timur. Mereka mencoba memaksa masuk, meski palang yang terbuat dari bambu telah diturunkan warga.

"Maksa masuk, padahal lagi macet-macetnya. Pas maksa masuk itu, lalu kereta jurusan Jawa ke Jakarta, menghantam ban depan motor korban. Mereka lalu terseret sejauh 100 meter dari posisi pertama," jelas dia. Mereka tewas seketika dengan kondisi mengenaskan.

"Iya korbannya orang Jakarta. Kayaknya, mereka mau pergi ke rumah kerabatnya. Soalnya tadi pas polisi datang, di dalam tas korban yang perempuan ada uang tunai banyak. Mungkin buat keluarga di kampung," ucap saksi Enin.



Saat hendak menyeberang perlintasan itulah, secara bersamaan melintas kereta api dari arah barat menuju timur. Mereka mencoba memaksa masuk, meski palang yang terbuat dari bambu telah diturunkan warga.

"Maksa masuk, padahal lagi macet-macetnya. Pas maksa masuk itu, lalu kereta jurusan Jawa ke Jakarta, menghantam ban depan motor korban. Mereka lalu terseret sejauh 100 meter dari posisi pertama," jelas dia. Mereka tewas seketika dengan kondisi mengenaskan.

"Iya korbannya orang Jakarta. Kayaknya, mereka mau pergi ke rumah kerabatnya. Soalnya tadi pas polisi datang, di dalam tas korban yang perempuan ada uang tunai banyak. Mungkin buat keluarga di kampung," ucap saksi Enin.

Editor : Bella-Nasution
Sumber : Manis.com
Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar: